Cara Mudah Budidaya Lobster Air Tawar untuk Pemula

Cara Mudah Budidaya Lobster Air Tawar untuk Pemula

Suka lobster? Pernah berfikir bagaimana cara budidaya lobster air tawar? Jika iya, artikel ini bisa membantumu.

Lobster air tawar merupakan salah satu crustacea yang bentuk tubuhnya mirip lobster namun hidupnya di air tawar. Lobster jenis ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi. Bayangkan saja, ikan ini mampu hidup dimanapun asalkan ada air yang mengalir serta tempat berlindung. Dirinya juga bisa bertahan hidup selama 8 jam pada area tanpa air.

Selain memiliki ketahanan hidup yang baik dan memiliki cita rasa yang lezat, kandungan gizi didalamnya juga sangat banyak. Inilah salah satu alasan banyak orang membudidayakannya. Apalagi harga jual lobster air tawar juga cukup tinggi bergantung dari besarnya ukurannya.

Nah, jika Anda salah satu pecinta lobster, daripada membelinya dan harus merogoh kocek lebih dalam, ada baiknya mencoba membudidayakannya sendiri. Selain bisa menikmati lobster dengan gratis, Anda juga bisa mendapat untung dari usaha budidaya lobster air tawar.

Bagaimana caranya?

Tenang, artikel kali ini akan membahas sedikit tentang cara budidaya lobster air tawar yang mudah untuk pemula. Simak terus artikel kami untuk lebih lengkapnya!

Cara Budidaya Lobster Air Tawar

kolam lobster air tawar
kolam lobster air tawar

Cara budidaya lobster air tawar dibagi menjadi beberapa bagian yakni pemilihan bibit, pemanenan benih, persiapan, pembesaran dan pemanenan lobster. Lebih lengkapnya kami uraikan satu persatu dibawah ini:

Pemilihan Bibit

Bibit merupakan suatu hal yang penting bagi seorang peternak. Memilih bibit yang unggul akan menghasilkan anakan yang unggul juga yakni anakan yang juga sehat, produktif, dan cepat tumbuh besar. Lantas, bagaimana cara memilih bibit unggul lobster?

1. Ketahui perbedaan lobster jantan dan betina

Sebelum memilih bibit unggul yang akan digunakan, pertama kali yang perlu diketahui oleh seorang peternak lobster adalah jenis kelamin dari lobster yang dimilikinya.

Nah, membedakan lobster jantan dan betina bukan hal yang mudah. Tidak mudah karena lobster memiliki ukuran yang kecil dengan tampilan yang nyaris sama. Meski begitu ada perbedaan yang mendasar. Dimana perbedaannya?

Lobster jantan dan betina dibedakan dari warna capitnya. Lobster jantan memiliki warna capit merah lebih luas dan menyala. Sedangkan betinanya memilili warna capit hitam dengan merah yang lebih sedikit.

Lobster betina memiliki ukuran badan lebih besar dari kepalanya dan sebaliknya untuk lobster jantan. Lobster betina memiliki lubang kecil yang terletak pada tangkai kaki yang kedua/ketiga. Sedangkan jantan memiliki selang kecil yang terletak pada kaki yang kelima.

2. Jangan pilih indukan yang inbreeding atau sedarah

Setelah mengetahui jenis kelamin indukan, langkah selanjutnya yakni memilih indukan yang tidak sedarah. Indukan sedarah bisa mengakibatkan anakannya hermaphrodite (berkelamin ganda).

3. Pilih tampilan yang menawan

Ketika memilih indukan lobster, pilihlah indukan yang lincah, memiliki warna yang cerah, dan berusia minimal 6 bulan. Lebih tua usianya, semakin besar fisiknya maka semakin bagus pula untuk dijadikan sebagai indukan.
Secara umum, indukan lobster bisa bertahan sampai usianya mencapai 3-4 tahun dengan besar sekitar 20-25 cm.

Pemanenan Benih Lobster Air Tawar

Benih lobster siap panen ketika ukuran tubuhnya mencapai 3-5 cm atau ketika usianya mencapai 2 bulan. Benih ini kemudian bisa diternakkan atau bisa juga dijual di masyarakat untuk diternakkan.

Persiapan Pembesaran Lobster Air Tawar

lobster biru air tawar
lobster biru air tawar

Lobster air tawar bisa dibesarkan dengan 2 cara yakni di aquarium dan di kolam terbuka. Sebelum memasukkan benih, sebelumnya pastikan dulu kolam atau aquarium yang anda siapkan steril atau tidak terkontaminasi zat kimia beracun. Zat kimia beracun yang mengontaminasi bisa membuat pertumbuhan lobster terganggu bahkan bisa menyebabkan kematian. Lingkungan yang semakin bagus juga mampu menekan resiko kematian bibit lobster.

Lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang lobster yakni pH air 7-8, oksigen 4 ppm, dan suhu air sekitar 25-29 derajat celcius. Selain itu, pastikan pula tidak ada kebocoran.

Selain itu, untuk mempersiapkan pembesaran bibit lobster, Anda juga harus memperhatikan beberapa hal dibawah ini:

1. Pembesaran pada kolam tanah/semen dan terpal

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk memulai pembesaran di kolam tanah adalah dengan mengisi kolam dengan air selama 1 minggu sebelum bibit dilepaskan kedalamnya. Untuk membesarkan lobster dengan skala besar disarankan untuk memilih bibit berukuran 1 inchi – 2 inchi. Bibit dengan ukuran tersebut mampu menghasilkan lobster yang berukuran sekitar 10-12 ekor per kilogramnya.

Jangan lupa untuk memasang aerator atau kincir angin untuk membuat gelembung udara (oksigen). Tujuannya agar sirkulasi oksigen bisa lancar dan lobster bisa tumbuh dengan baik.

2. Pembesaran pada aquarium

Ukuran yang digunakan untuk aquarium ini sekitar 100x50x30. Aquarium dengan ukuran ini bisa menampung 3 lobster, 1 jantan dengan 2 betina. Tak ketinggalan, aerator dan pompa filter juga harus siap.

Pengisian air dalam aquarium juga harus diperhatikan. Paling tidak setinggi 15cm jika diukur dari dasar aquarium.

Pembesaran Lobster Air Tawar

lobster coklat air tawar
lobster coklat air tawar

1. Menebar benih

Tebar benih dengan ukuran yang sama. Jika ukuran benihnya berbeda tidak lebih dari 10 gram, benih bisa dicampur. Idealnya dalam 1 meter persegi ada 5-10 ekor lobster.

2. Pemberian pakan

Pemberian pakan dilakukan teratur sehari dua kali pada pagi hari dan menjelang sore hari. Untuk jenis pakannya gunakanlah kombinasi antara pellet dan nutrisi. Hal ini dimaksudkan agar budidaya lobster bisa lebih hemat namun kualitasnya tetap terjaga.

Nutrisi yang bisa digunakan sebagai pakan lobster antara lain ketela pohon parut, jagung basah parut, dan beberapa sayuran lainnya. Nah, bila Anda menggunakan kolam tanah untuk budidaya lobster, nutrisi bisa didapat dari tumbuh-tumbuhan atau plankton yang ada dalam kolam.

Cara pemberian nutrisi ini terbilang efektif dalam menekan biaya pakan. Sebagaimana kita tahu, pellet (pakan buatan pabrik) memiliki harga yang terbilang tinggi. Menggunakannya tanpa mengombinasikan dengan alternatif pakan lain jelas akan mencekik para peternak.

Khusus untuk anakan atau lobster yang baru menetas, hindari memberi pakan nutrisi berupa umbi-umbian atau sayuran. Anakan lobster baiknya diberi pakan cacing beku atau cacing sutera.

Pemberian pakannya tetap 2 kali sehari dengan dosis 25% ketika pagi dan 75% saat menjelang malam. Presentase porsi makanan juga disesuaikan dengan berat anakan lobster tersebut. Setidaknya 3% dari berat badan lobster tersebut.

Ketika memberi pakan, pastikan pakan jatuh kedasar kolam. Hal ini karena lobster memakan makanan yang berada di dasar kolam.

3. Pengendalian hama

Cangkang keras lobster mampu menghindarkan dirinya dari serangan hama. Namun, bukan berarti Anda lengah dan tidak memperhatikannya. Tetap waspada akan serangan hama yang bisa saja tiba-tiba terjadi, khususnya ketika mendekati musim panen.

Pemanenan Lobster

Cara budidaya lobster air tawar terakhir yakni pemanenan. Lobster bisa dikonsumsi ketika usianya berkisar antara 6-8 bulan atau ketika beratnya mencapai 10-12 ekor perkilogramnya. Ukuran ini merupakan ukuran standar, namun ingat, semakin besar lobster maka semakin mahal pula harganya.

Cara Perawatan Lobster Air Tawar

Merawat lobster air tawar bukanlah hal yang sulit namun dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang ekstra. Apalagi mengingat lobster baru bisa dipanen ketika usianya mencapai 6-8 bulan. Nah, diwaktu-waktu inilah perawatan lobster tak boleh ketingggalan.

Beberapa perawatan yang harus dilakukan antara lain:

1. Pemberian makan lobster yang teratur yakni 2 kali dalam sehari, setiap pagi dan menjelang sore.
2. Membersihkan saringan/filter dari kotoran atau sisa makanan lobster yang telah mengendap
3. Menjaga aerator/gelembung udara bekerja dengan baik
4. Mengganti air kolam dengan tidak menguras seluruh isi kolam (sisakan kira-kira ¼ bagian). Hal ini dimaksudkan agar lobster tidak kaget dengan perubahan suasana didalam kolam. Bila hal ini terjadi, lobster akan lebih cepat berganti kulit dan bisa menjadi sasaran dari lobster yang lebih perkasa darinya.

Bagaimana? cara budidaya lobster air tawar diatas bukanlah hal yang sulit bukan? Siapapun bisa mencobanya. Jika Anda belum memiliki tempat luas seperti kolam, cobalah budidaya lobster air tawar skala kecil dengan memanfaatkan aquarium.

Cara Praktis Budidaya Udang Hias Air Tawar

Cara Praktis Budidaya Udang Hias Air Tawar

Budidaya Udang Hias – Saat ini sudah banyak sekali orang yang membudidayakan udang hias. Mulai dari budidaya udang hias air tawar, di akuarium dan budidaya udang hias aquascape.

Sebagian kita mungkin sudah familiar dengan jenis udang yang biasa dikonsumsi atau untuk pakan hewan ternak. Nah ternyata ada juga loh udang hias yang saat ini marak dibudidayakan. Untuk lebih jelasnya silahkan baca penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Udang Hias?

udang-hias-aquascape
udang hias aquascape

Udang Hias merupakan jenis udang yang memiliki corak warna yang unik dan cantik. Sehingga sering juga disebut sebagai ikan udang hias.

Udang hias selain memiliki corak warna yang unik ternyata juga memiliki harga jual yang tinggi. Bahkan keuntungan menjual udang hias sangat besar. Banyak para pencinta ikan hias menyebutnya sebagai udang yang istimewa.

Dibalik pesona kecantikan yang ditawarkannya, udang hias tidak terlalu sulit untuk dikembangbiakkan bahkan bisa dikatakan gampang. Hal ini didasarkan pada habitat udang hias yang dapat hidup di air yang keruh sekalipun.

Habitat Udang Hias

udang-hias-putih-merah
udang hias putih merah

Udang hias dikenal sebagai hewan invertebrata yang mampu beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Udang hias bisa bertahan di dalam air dengan pH 6.8 hingga 8.0. Untuk udang yang berasal dari Asia, kondisi pH seperti ini bisa menyebabkan stress bahkan kematian.

Hal yang harus diperhatikan adalah mitra hidupnya dalam tempat tersebut. Apabila dalam satu akuarium terdapat jenis ikan hias yang memiliki bentuk tubuh yang besar dan fisik yang kuat maka bisa membuat udang hias merasa minder dan takut.

Sehingga udang hias lebih memilih menyendiri. Yang ini akan berdampak pada ruang lingkup gerak udang. Dan secara otomatis akan merasa terancam terhadap keberadaan ikan yang jauh lebih dari bentuk tubuhnya.

Adapun jenis ikan yang dapat berdampingan dengan udang hias adalah seperti ikan tetra, ikan tabr dan ikan plati. Ketiga jenis ikan ini memiliki postur tubuh yang lebih kurang sama dengan bentuk udang hias.

Namun untuk jenis ikan hias seperti cupang, catfish dan cichild tidak boleh disandingkan dengan udang hias. Karena ketiga ikan ini bisa membunuh keberadaan udang hias.

Akan tetapi jika diberi pilihan maka akan lebih bagus untuk didampingkan dengan satu spesies. Dalam satu akuarium dengan volume air 2,5 galon maka bisa memelihara udang hias sebenyak 10-20 ekor.

Pemeliharaan Udang Hias

udang-hias-merah
udang hias merah

Dalam memelihara udang hias di akuarium maka yang perlu diperhatikan adalah mengatur akuarium seperti layaknya habitat asli udang hias. Yakni dengan menambahkan substrat. Substrat yang bagus adalah terdiri dari campuran pasir yang telah dihaluskan dan beberapa kerikil berukuran sedang.

Dan tambahkan sedikit batu karang yang berguna sebagai rumah atau tempat persembunyiannya. Serta masukkan juga sedikit lumut jawa. Yang berguna sebagai tanaman dasar akuarium.

Pakan Udang Hias

Dalam hal pakan udang hias dikelompokkan menjadi dua jenis. Udang dengan jenis Neocardina bisa diberikan jenis sayur-sayuran berwarna hijau seperti slada beku, alga, kubis dan spirulina tablet.

Namun untuk udang jenis Pearl bisa berikan bahan dasar daging atau tablet. Dan untuk udang jenis Macrobachium bisa berikan cacing darah beku, udang renik dan cacing rambut.

Mengembangbiakkan Udang Hias

udang-hias-biru
udang hias biru

Untuk mengembangbiakkan udang hias dibutuhkan usaha yang ekstra untuk membedakan udang hias jantan dengan betina. Karena memang sangat sulit untuk membedakan mana jenis kelamin betina dan jantan.

Dalam segi warna, antara jantan dan betina memiliki corak warna yang sama. Oleh karenanya banyak para pembudidaya mencampurkan antar 50 ekor induk dalam satu wadah secara gambling atau acak.

Setelah kira-kira satu minggu maka akan tampak butiran telur yang digendong atau melekat pada induk betina sebelum akhirnya menetas. Baru setelah itu diketahuilah bahwa yang menggendong telur adalah indukan betina.

Agar butiran telur tersebut bisa menetas dengan baik dan selamat maka perlu menambahkan aerator yang berfungsi untuk mengurangi tingkat kematian. Aerator ini bertindak sebagai sirkulasi udara di dalam air.

Setalah 15 hari dari proses bertelur maka induk bisa dikawinkan lagi dengan menempatkan di satu wadah yang sama. Baru kemudian menurut perhitungan, selama 2 bulan udang hias dapat dipanen dan dijual dengan harga yang cukup tinggi.

Cara Mudah Budidaya Udang Windu Secara Intensif

Cara Mudah Budidaya Udang Windu Secara Intensif

Budidaya Udang Windu dapat dilakukan di tambak, kolam terpal, rumah, air tawar, air payau bahkan aquarium. Udang windu merupakan jenis udang yang sangat digemari masyrakat. Terutama diolah menjadi makanan olahan sea food. Selain digemari masyarakat udang windu juga memiliki rasa yang gurih dan nikmat apabila dibandingkan dengan jenis udang vaname.

Banyak peternak membudidayakan udang windu daripada udang vaname. Hal ini dikarenakan udang windu lebih kebal terhadap cuaca dan menghasilkan untung yang besar.

Apabila dijual dipasar udang windu memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan udang vaname. Setiap ekornya udang windu bisa mencapai 7-8 ons.

Namun beberapa tahun belakangan ini populasi udang windu mengalami penurunan yang sangat signifikan. Sehingga banyak peternak beralih membudidayakan udang vaname meskipun dengan harga jual yang relatif rendah.

Salah satu faktor yang menyebabkan peternak atau penambak membudidayakan udang vaname adalah terkait masa panen. Udang windu membutuhkan masa panen yang lebih lama yakni mencapai usia 5-6 bulan.

Meskipun demikian keunggulan udang windu sangat lebih dominan daripada udang vaname. Oleh karenanya berikut kami berikan tips membudidayakan udang windu agar mendapatkan hasil yang melimpah.

A. Tempat Budidaya Udang Windu

tempat-budidaya-udang-windu
tempat budidaya

Tempat atau lokasi merupakan faktor utama berhasil atau tidaknya pembudidayaan udang windu. Udang windu sangat cocok apabila dikembangbiakkan di daerah pantai. Daerah pantai memiliki sumber daya air yang cukup dan siklus air yang terus mengalir dengan baik dan teratur. Suhu yang diperlukan adalah 25oC-29oC dengan komposisi kadar garam 10-25 ppm dan pH 7-8.

B. Persiapan Budidaya Udang Windu

Hal yang perlu dipersiapan untuk membudidayakan udang windu adalah menyediakan 3 jenis tambak. Dimana setiap tambak memiliki tempat keluar masuknya air. Hal ini dibertujuan agar proses sirkulasi air tetap berjalan dengan baik dan teratur. Ketiga jenis tambak tersebut diantaranya tambak glondongan, pendederan dan pembesaran.

C. Memilih dan Menabur Bibit Udang Windu

udang-windu-beku
pilihlah bibit udang windu yang unggul

Bibit udang windu yang baik memiliki ciri-ciri gesit, bergerak bebas dan tidak ada cacat fisik. Kemudian apabila ketiga hal tadi dipenuhi maka bibit udang didiamkan dulu di dalam ember lebih kurang 30 menit.

Guna untuk menyesuaikan dengan suhu sekitar. Setelah itu tabur secara perlahan-lahan di tambak atau kolam pendederan.

D. Pemberian Pakan Udang Windu

Apabila udang windu telah tampak besar maka langkah selanjutnya yaitu mempersiapkan kolam pembesaran yang mana sebelumnya telah ditabur pupuk guna untuk pertumbuhan plankton dan lumut.

Plankton dan lumut ini nantinya sebagai pakan udang windu. Setiap hektar menaburkan pupuk sebanyak 75 kg dengan ketinggian air sekitar 5 cm. Namun untuk hasil yang memuaskan, boleh menambahkan pupuk sebanyak 2 kali.

Untuk menamba nutrisi udang windu maka bisa kita beri pellet ikan yang terbuat dari kepala udang yang telah digiling halus. Pemberian nutrisi ini bisa dilakukan setiap pagi dan sore.

Selain itu bisa juga berikan ikan yang telah dipotong kecil. Dengan melakukan cara ini maka bisa merangsang dengan cepat dan efektif pertumbuhan udang windu.

E. Proses Panen Udang Windu

udang-windu-air-tawar
memanen udang windu

Proses pemanenan udang windu bisa dilakukan apabila sudah berukuran besar, berkulit keras dan berwarna hitam dan berat mencapai 7-8 ons/ekor.

Untuk mencapai ciri-ciri diatas umumnya memerlukan waktu sekitar 5-6 bulan. Jika proses pembudidayaannya tidak berjalan dengan baik dan teratur maka panen bisa memerlukan waktu sekitar 7-8 bulan.

Udang windu pada dasarnya membutuhkan waktu yang cukup lama akan tetapi menghasilkan udang yang berkualitaas dan bernilai jual tinggi.

Proses pemanenan bisa menggunakan jaring atau dengan melempar jala yang dilakukan pada malam hari dengan tujuan udang tetap fresh saat dipasarkan. Selamat berkarya.

Panduan Praktis Budidaya Udang Vaname di Indonesia

Panduan Praktis Budidaya Udang Vaname di Indonesia

Budidaya udang vaname – Udang vannamei, atau yang biasa dikenal juga dengan sebutan udang vaname, merupakan seekor hewan yang dikategorikan ke dalam keluarga udang. Udang vaname ini berasal dari daerah yang memiliki iklim sub tropis.

Ciri-ciri spesifik yang dimiliki udang satu ini adalah, ukurannya yang lebih kecil, bila dibandingkan dengan udang-udang lain dan udang windu.

Udang vaname juga masuk kedalam daftar udang yang mempunyai tingkat pertumbuhan lumayan cepat. Wow, berarti cepet nih panennya.

Oleh karena banyak orang yang membudidayakan udang vaname ini. Selain banyak pasarnya, udang vaname ini paling maknyus deh kalau dibuat makanan kuliner. Rasanya bener-bener udang banget.

Tidak heran kalau udang vaname ini sudah mulai banyak dibudidayakan juga loh di Indonesia. Selain karena permintaan pasar internasional seperti Amerika lumayan tinggi, serta kualitasnya yang juga bisa dikatakan menengah keatas.

Alhasil pasar-pasar yang ada di sana, mulai mempercayakan permintaan-permintaannya kepada hasil bumi Indonesia. Wuih..wuih nomplok tenan.

Giamana? masih nggak percaya kalau Indonesia tuh surganya dunia?

Disamping itu, udang vaname sendiri mempunyai ketahanan yang cukup baik, baik itu dari serangan hama, ataupun penyakit. Untuk kamu yang mempunyai minat untuk membudidayakan udang vaname ini, kami punya beberapa tips nih, yang mungkin bisa kamu aplikasikan supaya mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Persiapan Tambak Udang Vaname

tambak-udang-vaname
tambak udang vaname, Mamuju Utara, Sulbar

Hal yang paling utama dalam langkah awal budidaya udang vaname adalah, menyiapkan tempat budidaya dengan baik, baik itu dari segi lingkungan, maupun bibit hewannya.

Langkah pertama, tambak harus dikeringkan terlebih dahulu sampai air yang ada didalam tambak sudah benar-benar kering.

Kemudian, biarkan tambak tersebut selama 1 minggu penuh supaya bibit penyakit, patogen, dan mikroorganisme lainnya yang dapat merugikan sudah hilang.

Selanjutnya, lakukan pembajakan tanah pada tambak tersebut. Untuk apa?

Pembajakan ini berfungsi supaya mikroorganisme-mikroorganisme yang bermanfaat untuk pengembangbiakan dapat hidup terlebih dahulu.

Apalagi kalau mengingat udang vaname hidup di dasar tanah, nah setidaknya dengan melakukan pembajakan tersebut akan memberikan makanan alami untuk udang vaname.

Untuk PH tanah yang terlalu asam, kamu bisa melakukan pengapuran untuk membuatnya lebih ideal. Nah, PH yang ideal untuk budidaya udang vaname yaitu sekitar 6-7,5.

Selanjutnya, hal yang harus dilakukan dalam proses persiapan tambak adalah, pemupukan. Supaya lebih ekonomis, kamu bisa memberikan pupuk kandang kedalam tambak yang hendak dipersiapkan, caranya ialah dengan memberikan masing-masing tambak dengan dosis yang berkisar 150-200 kg/ha.

Kemudian, campurkan pupuk secara menyeluruh dan merata pada semua dasar tambak.

Terakhir, mengisi air sampai dengan ketinggian 100 cm dan dibiarkan selama kurang lebih 5-7 hari.

Baru setelah itu kamu bisa melakukan penebaran bibit udang vaname tersebut.

Pemilihan Bibit dan Penebaran Bibit

bibit-udang-vaname
bibit udang vaname

Untuk pemilihan benihnya kamu bisa memilihnya dengan selektif, supaya ketika pemeliharaan dan perkembangan udang nantinya dapat tumbuh dengan baik dan seragam.

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana cara memilih bibit udang vaname yang unggul?

Saran kami, bibit unggul memiliki karakteristik yang berbeda, yakni tidak mempunyai luka pada tubuhnya, bisa berenang melawan arus, mempunyai insang dan usus bisa terlihat, serta bentuk dan ukurannya seragam.

Bibit dengan kriteria tersebut dapat di peroleh dari pembudidaya bibit udang vaname.

Cara pemeliharaan dan pengembangbiakan udang vaname ini berbeda dengan jenis udang windu, yang mana ketika penebaran benihnya biasanya dilakukan ketika di pagi hari.

Kalau bibit udang yang satu ini biasanya dilakukan ketika matahari sedang berada dipuncaknya, yakni siang hari.

Sebelum melakukan penebaran bibit, kamu bisa melakukan proses adaptasi terlebih dahulu untuk si udang, atau biasa dikenal juga dengan aklimitasi.

Cara melakukannya adalah dengan memasukkan bibit udang ke dalam plastik transparan yang sudah diisi dengan air tambak, kemudian diapungkan di dalam tambak selama kurang lebih 30-60 menit.

Setelah proses aklimitasi selesai, kantung plastik yang tadi bisa kamu buka, kemudian perlahan tebarkan bibit udang ke tambak yang sudah dipersiapkan.

Untuk seberapa padat penebaran benihnya? Kurang lebih sekitar 10 ekor/m2.

Pemeliharaan Udang Vaname

Pada proses awal penebaran, kurang lebih selama 7 hari pertama, udang tersebut tidak perlu diberikan pakan. Kenapa? Karena masih banyak makanan alami yang terdapat pada air tambak.

Nah, setelah lewat satu pekan, kamu baru bisa memberinya makan dengan pelet yang memiliki tingkat protein sebanyak 30 % dari kadar pakan tersebut.

Untuk frekuensi pemberian pakannya, kamu bisa memberikannya kurang lebih sebanyak 3-4 X dalam satu hari.

Catatan, Untuk pemberian pakan juga bisa diberikan sesuai dengan umur udang vaname tersebut.

Masa Panen Udang Vaname

panen-udang-vaname
panen udang vaname

Panen udang vaname sudah bisa dilakukan ketika si udang telah berumur 4-5 bulan. Nah, perlu diingat juga, 2-3 hari sebelum proses pemanenan harus juga dilakukan pengapuran pada tambak dengan dosis 50-70 kg/ha.

Untuk apa? Jawabannya adalah untuk menghindari proses molting, yakni pergantian kulit.

Untuk beratnya, udang yang ideal biasanya memiliki bobot 1 kg yang berisi 40-50 udang.

Ketika proses pemanenannya pun tidak bisa sembarangan begitu saja. Proses panen harus dilakukan ketika malam hari berlangsung, supaya menghindari cahaya matahari karena dapat merusak kualitas si udang.

Dengan mengikuti tahapan-tahapan berikut yang sudah kami berikan, Insya Allah budidaya udang vaname yang kamu jalankan dapat menghasilkan panen yang luar biasa. Amiin.

rejeki-nomplok

Situs Rejekinomplok.net dikelola penuh oleh PT. Triton Nusantara Tangguh. Situs ini bertujuan sebagai media belajar dan sharing informasi.

CATEGORIES

Pilih kategori bacaan yang kamu suka

Copyright 2017 RejekiNomplok.net