Jadwal Sholat | Hari Ini, Jakarta, Surabaya, Bali, Pekanbaru [Terbaru 2018]

Jadwal Sholat – Masuk waktu sholat adalah menjadi salah satu syarat sahnya atas sholat. Bila mana sholat dikerjakan diluar waktu maka sholat tersebut menjadi tidak sah. Waktu sholat akan sangat mudah kita ketahui bila kita mampu mendengarkan suara azan atau bila kita memiliki jadwal sholat. Namun bagaimana dengan kita yang tidak memiliki jam, tidak ada jadwal bahkan kita tidak dapat mendengarkan azan?

Mungkin diantara kita yang merasakan hal tersebut seperti di daerah hutan, tambang dan juga laut menjadi pemikiran kita. Bagaimana kita dapat mengetahui kapan waktu sholat fardhu tiba? jawabannnya adalah bisa, kita kembali lagi ke zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Pada zaman Nabi untuk mengetahui waktu sholat tiba tidak menggunakan alat seperti jam.

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya sholat itu adalah wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” QS. An Nisa’ (4) : 103

Jadwal Sholat | Hari Ini, Jakarta, Surabaya, Bali, Pekanbaru [Terbaru 2018]

Berikut ini merupakan jadwal sholat hari ini, di Jakarta, Surabaya, Bali, Pekanbaru dan lain-lain

jadwal-sholat

Jadwal Sholat Per Hari Ini


jadwal-sholat

Untuk mengetahui lebih dalam,yuk kita simak cara menentukan atau mengtahui waktu sholat tanpa jam berikut ini.

Megetahui Waktu Tiba Dzuhur

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda yang artinya : Dan waktu dzuhur di mulai ketika matahari telah tergelincir.” (hadits riwayat Muslim).

Dan waktu dzuhur di mulai ketika matahari telah tergelincir.” (hadits riwayat Muslim)

Sholat dzuhur adalah sholat yang dikerjakan ketika matahari tergelincir kearah barat, setelah tepat berada di atas kepala kita.

Lalu bagaimana cara agar kita dapat melihatnya?

Tancapkan sebuah tongkat di tanah pada luar ruangan, dengan posisi tongkat tegak lurus terhadap bumi.

Kemudian amati panjang bayangan pada tongkat. Panjang bayangan tongkat tentu akan berubah mengikuti gerakan matahari. Bayangan tongkat yang semula berada di sebelah barat tongkat, lama-lama akan memendek lalu hilang atau tepat berada di bawah kaki kita. Mungkin untuk daerah yang berada tidak tepat dengan lintasan matahari, bayangan tongkat tidak benar-benar hilang atau memendek.

BACA  Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah | Niat, Rukun, Bacaan dan Doa [Lengkap]

Bisa jadi condong ke utara atau ke selatan tergantung posisi matahari. Tapi saat itu bayangan akan stabil dalam beberapa menit tidak memendek dan belum juga memanjang.

Saat matahari tepat berada di atas kita panjang bayangan pada tongkat akan stabil tidak memendek ataupun memanjang . Di tempat tertentu yang tepat berada pada lintasan matahari bahkan bayangannya hilang atau tepat berada di bawah tongkat.

Setelah masa itu bayangan akan kembali bergerak mamanjang dan saat itulah waktu sholat dzuhur tiba.

Waktu sholat dzuhur berakhir ketika sudah masuk tiba waktu ashar yaitu ketika panjang bayangan tongkat sama dengan panjang tongkat. Sesuai dengan hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam yang artinya : “Kemudian Jibril sholat dhuhur ketika bayangannya sama dengan benda.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash).”

Baca juga : doa

Megetahui Waktu Tiba Asar

Masuknya tiba waktu ashar bisa kita ketahui dari panjang bayangan dari tongkat yang kita tancapkan tadi. Jika bayangan lebih panjang dari tongkatnya maka itu berarti waktu ashar telah tiba.

Adapun akhir waktu ashar ada 2 macam:

  • Waktu ikhtiyari, yaitu ketika panjang bayangan sama dengan dua kali panjang tongkat.

Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya : “Dan pada hari kedua Jibril sholat bersama mereka ketika bayangan dua kali lipat panjang bendanya. Kemudian dia mengatakan waktu ashar adalah di antara dua ini”. (Hadits Riwayat Muslim).

  • Waktu idlthirari (waktu terpaksa), yaitu sampai tenggelamnya matahari.

“Barang siapa yang mendapatkan satu rakaat sebelum matahari tenggelam, berarti ia mendapatkan sholat ashar.”(hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Akan tetapi alangkah lebih baiknya jika kita tidak menunda sholat ashar sampai masuk waktu idlthirari (terpaksa).

Megetahui Waktu Tiba Magrib

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya : “Dan waktu maghrib ketika terbenam matahari.”(hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Cara melihatnya adalah kita menghadap kearah matahari terbenam di atas bukit atau tembok yang tinggi. Jika sudah tidak ada lagi sinar matahari dari arah barat berarti sudah tiba masuk waktu maghrib. Biasanya di langit ditandai dengan warna kemerah-merahan.

BACA  Dahsyatnya Doa Nabi Sulaiman AS

Adapun waktu maghrib berakhir adalah ketika hilangnya warna kemerah-merahan di langit.

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya : “dan waktu maghrib adalah selama syafaq (warna kemerah-merahan) belum hilang”.(hadits riwayat Muslim).

Baca juga : doa setelah sholat fardhu

Megetahui Waktu Tiba Isa

Awal tiba waktu Isya adalah ketika hilangnya warna kemerah-merahan yang ada di langit. Hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya : “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Isya ketika terbenamnya warna kemerah-merahan.” (hadits riwayat Muslim).

Kemudian akhir waktu isya ada dua macam:

Waktu ikhtiyari (pilihan),yaitu sampai pertengahan malam. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,(artinya)”dan waktu Isya sampai pertengahan malam”. (HR. Muslim)

Wakti idlthirary (terpaksa), yakni sampai masuknya waktu subuh.

Megetahui Waktu Tiba Shubuh

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya : “Dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat subuh ketika fajar merekah”.(HR. Muslim).

Waktu tiba fajar adalah saat sebelum terbitnya matahari, ketika warna kemerah – merahan muncul di ufuk timur dan Ditandai dengan cahaya terang yang memancar secara horizontal pada garis cakrawala. Kemudian akhir waktu subuh dibagi dua yaitu :

Ikhtiyary (pilihan) terus berlangsungnya waktu tersebut.

Idlthirary (terpaksa) sampai terbitnya matahari sesuai dengan hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam yang artinya: “Barangsiapa menjumpai rakaat sebelum terbitnya matahari sungguh telah menjumpai shalat subuh.” (HR. Bukhari no. 545 dan Muslim no. 656 dari Abu Hurairah).

Baca juga : doa sholat tahajud

Waktu Sholat Yang Paling Utama

Di antara amalan yang paling dicintai Allah adalah sholat tepat pada waktunya, yaitu di awal waktu selain waktu tertentu yang dikecualikan. Pertama, yaitu sholat dhuhur ketika udara sangat panas menyengat maka yang afdhol adalah menunggu sampai suhu udara turun (berangsur dingin). Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam yang artinya :

“Bila udara sangat panas terik maka tunaikanlah sholat tatkala udara mulai dingin.” (HR. Bukhari & Muslim dari Abu Hurairah)

Kedua adalah sholat isya’. Yang paling afdhal adalah mengakhirkannya hingga pertengahan malam. Berdasarkan hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam yang artinya :

“Nabi mengakhirkan sholat isya’ sampai pertengahan malam, kemudian keluar melakukan sholat kemudian berkata: seandainya kalau bukan karena kelemahan pada orang lemah, rasa sakit yamg diderita orang sakit atau keperluan orang-orang yang punya hajat maka aku akan akhirkan sholat isya’ hingga pertengahan malam.” (HR. Abu Daud no. 358 dan Ahmad no. 10592 dari Abu Sa’id Al Khudri).

BACA  Doa Sholat Dhuha | Tata Cara, Niat dan Bacaannya [Lengkap]

Waktu Haram Untuk Melaksanakan Sholat

Pertama Adalah ketika terbitnya matahari.

Waktu haram untuk melakukan sholat yang pertama ini dimulai sejak mulai terbitnya matahari hingga matahari meninggi sekitar ukuran satu tombak. Dalam rentang waktu tersebut tidak diperbolehkan melakukan sholat. Namun bila posisi tinggi matahari sudah mencapai satu tombak maka sah melakukan sholat secara mutlak.

Rasalullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya: “Apabila matahari mulai muncul, tundalah sholat sampai ia benar-benar tampak. Apabila matahari mulai menghilang, tundalah sholat sampai ia benar-benar terbenam. (HR.Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu).

Kedua, Adalah ketika waktu istiwa sampai dengan tergelincirnya matahari selain pada hari Jum’at.

Waktu istiwa adalah waktu di mana posisi matahari tepat berada di atas kepala. Pada saat matahari berada pada posisi ini lah yang diharamkan untuk melakukan sholat. Perlu diketahui bahwa waktu istiwa’ sangat sebentar sampai-sampai hampir saja tidak bisa dirasakan sampai matahari tergelincir.

Keharaman melakukan sholat di waktu ini tidak berlaku untuk hari Jum’at. Artinya sholat yang dilakukan pada hari Jum’at dan bertepatan dengan waktu istiwa’ diperbolehkan dan sah sholatnya.

Ketiga, ketika matahari berwarna kekuning-kuningan sampai dengan tenggelam.

Rasalullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya :

“Ada tiga waktu di mana Rasulullah SAW melarang kita sholat dan mengubur jenezah di dalamnya: ketika matahari terbit sampai meninggi, ketika unta berdiri di tengah hari yang sangat panas sekali (waktu tengah hari) sampai matahri condong, dan ketika matahari condong menuju terbenam hingga terbenam.” (HR. Imam Muslim).

Keempat, adalah setelah melakukan sholat subuh sampai dengan terbitnya matahari.

Keharaman sholat pada waktu ini berlaku bagi orang yang melakukan sholat subuh secara adâan atau pada waktunya.

Kelima, adalah setelah melakukan sholat ashar sampai dengan tenggelamnya matahari.

Sebagaimana diharamkan melakukan sholat setelah sholat subuh juga diharamkan melakukan sholat bagi orang yang telah melakukan sholat ashar pada waktunya.

Leave a Reply