Cara Mengetahui Perbedaan Tumor dan Kanker

Perbedaan Tumor dan Kanker – Kanker dan tumor merupakan dua istilah yang paling ditakuti semua orang. Bahkan ketika mendengar seseorang yang terkena tumor atau kanker, seringkali muncul asumsi bahwa orang tersebut tidak bisa lagi disembuhkan atau divonis akan segera meninggal dunia.

Banyak orang yang panik dan pesimis ketika mereka tahu bahwa mereka mengidap tumor atau kanker. Mereka berpikir bahwa mereka sudah menderita penyakit yang mematikan. Di sisi lain, ada banyak orang yang tidak mendapatkan perawatan medis yang tepat dan layak karena menganggap benjolan yang dideritanya hanyalah sesuatu yang ringan, padahal itu berbahaya.

Untuk memperjelas hal ini, penting untuk diketahui bahwa sebenarnya tumor tidak selalu identik dengan kanker. Tumor adalah suatu kondisi dimana terjadi pertumbuhan sel yang abnormal sehingga membentuk lesi, atau dalam banyak kasus muncul benjolan di satu atau beberapa bagian tubuh. Sedangkan kanker merupakan kondisi degeneratif dimana terjadi pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan menyebar atau menginvasi jaringan dan organ sekitar (metastasis) di dalam tubuh.

Perbedaan Tumor dan Kanker

bedanya tumor dan kanker

bedanya tumor dan kanker

Perlu dicatat bahwa tidak semua tumor adalah kanker. Ada jenis tumor jinak, yang pertumbuhannya hanya terbatas pada bagian tubuh tertentu. Ketika berubah menjadi tumor ganas, maka itu disebut dengan kanker. Hal ini berarti bahwa pertumbuhan primer dari tumor bisa menyebabkan pertumbuhan-pertumbuhan sekunder lainnya sehingga menyerang bagian-bagian penting tubuh.

Anda juga harus tahu bahwa tidak semua kasus kanker ditandai dengan pertumbuhan tumor. Kanker darah (leukemia) misalnya, tidak menunjukkan keberadaan tumor. Namun, jika Anda memiliki tumor, akan lebih baik untuk menjalani biopsi yaitu pengambilan sampel tumor untuk diperiksa di laboratorium, hal ini untuk menentukan apakah tumor tersebut jinak atau ganas.

Tumor bisa dengan mudah diangkat melalui pembedahan (operasi) dan biasanya jaringan kambuh kembali. Di sisi lain, kanker memerlukan perawatan intensif yang lama. Perawatan untuk kanker mungkin terdiri dari operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi (radioterapi). Baik kanker maupun tumor, keduanya harus segera ditangani. Namun kebanyakan tumor tidak mengancam nyawa, sementara kanker adalah kondisi serius yang harus segera mendapatkan perawatan medis intensif.

Kesimpulannya tumor dan kanker tidaklah sama. Tumor bisa bersifat jinak dan tidak berkembang menjadi kanker atau tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sedangkan kanker adalah kondisi keganasan, terjadi penyebaran dan pertumbuhan sel yang abnormal dan tidak terkendali.

Nah, dari penjelasan di atas terkait dengan tumor dan kanker maka bisa kita simpulkan bahwa tumor dan kanker itu berbeda. Untuk mempermudah apa saja perbedaannya, baca selengkapnya artikel ini.

Cara Mengetahui Perbedaan Tumor dan Kanker

penelitian tumor dan kanker

perbedaan tumor dan kanker

Tumor

  • Sel tumor memiliki bentuk yang sama seperti sel pada awalnya.
  • Tumor berbentuk benjolan yang mempunyai selaput atau kantung yang menyelimutinya.
  • Tidak merusak jaringan lainnya, namun hanya saja bisa bertambah besar.
  • Cara penanganannya dengan cara tindakan operasi untuk mengangkat benjola beserta selaputnya.
  • Pertumbuhan relatif lambat.

Kanker

  • Sel kanker memiliki bentuk yang berbeda dengan sel awalnya.
  • Terdapat benjolan namun tidak berselaput.
  • Bertambah besar dengan merusak jaringan di sekitarnya.
  • Sel kanker bisa lepas melalui peredaran darah dan kelenjar limfe kemudian tumbuh di organ lainnya (menyebar).
  • Perkembangan atau penyebarannya sangat cepat.
  • Tindakan operasi dilakukan hanya mengangkat benjolan yang terlihat dan tidak bisa menangani dengan tuntas.
  • Masih menjalani proses kemoterapi, radiasi, terapi dan lain sebagainya untuk mematikan penyebaran sel kanker yang larut dalam aliran darah dan kelenjar limfe.

Apa itu Tumor?

penyakit tumor

penyakit tumor

Tumor adalah pertumbuhan sel-sel tubuh yang abnormal. Sel merupakan unit terkecil yang menyusun jaringan tubuh manusia. Masing-masing sel mengandung gen yang berfungsi untuk menentukan pertumbuhan, perkembangan, atau perbaikan yang terjadi dalam tubuh.

Ada beberapa gen yang berfungsi untuk mengontrol apakah suatu sel harus mati, membelah diri (bertambah banyak), atau berubah untuk menjadi bentuk tertentu (contoh: sel saraf atau sel otot). Apabila terjadi suatu perubahan (mutasi) pada gen-gen tersebut, maka kontrol pertumbuhan sel pun akan terganggu.

Pada kondisi ini, sel-sel tua tidak mati walaupun sudah saatnya, dan sel-sel baru akan terbentuk meskipun tubuh tidak memerlukannya. Akibatnya, kumpulan sel-sel tambahan ini akan membentuk suatu massa, atau yang biasa disebut dengan tumor.

Tumor Jinak dan Tumor Ganas

Ketika mendengar kata tumor, banyak orang yang menduga bahwa penyakit ini pasti mematikan. Tetapi anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat karena tumor terbagi ke dalam 2 kategori, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.

Tumor jinak hanya tumbuh pada satu bagian tubuh dan tidak menyebar atau menyerang bagian lain. Sementara tumor ganas atau yang sering disebut kanker adalah tumor yang bisa menyerang jaringan di sekitarnya, masuk ke pembuluh darah, dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tumor jinak juga biasanya tidak akan tumbuh lagi setelah diangkat, sedangkan tumor ganas memiliki kemungkinan untuk kambuh.

Penyebab dan Faktor Risiko Tumor

Hingga saat ini, penyebab tumbuhnya tumor masih belum diketahui secara pasti. Tumor jinak dan ganas memiliki penyebab dan faktor risiko yang hampir sama, antara lain:

Merokok

Merokok seringkali dikaitkan dengan berbagai jenis kanker. Contohnya, leukimia serta kanker di berbagai organ lain, seperti kerongkongan (esofagus), paru, mulut, pankreas, ginjal, dan lambung.

Infeksi

Ada sejumlah virus dan bakteri memiliki kemampuan untuk menyebabkan kanker, antara lain:

  • Human papillomavirus (HPV) yang meningkatkan risiko kanker mulut rahim (serviks), penis, vagina, anus, dan orofaring.
  • Epstein-Barr virus yang meningkatkan risiko limfoma Burkitt.
  • Virus hepatitis B dan hepatitis C yang meningkatkan risiko kanker hati.
  • Helicobacter pylori yang meningkatkan risiko kanker lambung.

Radiasi

Terdapat dua jenis radiasi yang diduga berpotensi meningkatkan risiko kanker, yakni radiasi ultraviolet dari sinar matahari serta radiasi ion dari peralatan medis seperti sinar-X, CT scan, fluoroskopi, dan radiasi terapi nuklir.

Obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh

Obat-obatan jenis ini digunakan pada kondisi tertentu, seperti pada pasien yang baru saja mendapatkan transplantasi organ. Obat-obatan ini malah bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker karena menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan pertumbuhan sel-sel kanker.

Pola makan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan dan sayuran bisa menurunkan risiko kanker kolorektal, serta berfungsi melindungi tubuh dari kanker di mulut, kerongkongan, lambung, dan paru-paru. Selain itu, pola makan yang tinggi lemak, protein, kalori, dan daging merah diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker kolorektal, meskipun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Konsumsi alkohol

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi alkohol berkaitan erat dengan meningkatnya risiko kanker mulut, kerongkongan, payudara, hati, dan kolorektal.

Aktivitas Fisik

Sejumlah penelitian berkesimpulan bahwa orang yang aktif secara fisik memiliki risiko yang lebih rendah untuk menderita kanker kolorektal dibanding mereka yang tidak aktif. Beberapa penelitian lain juga menyatakan bahwa aktivitas fisik bisa membantu melawan kanker endometrium dan kanker payudara pada wanita pasca-menopause.

Kelebihan berat badan atau obesitas

Berbagai jenis kanker yang mungkin terjadi akibat obesitas antara lain adalah kanker payudara pasca-menopause, kanker kolorektal, rahim, esofagus, ginjal, dan pankreas. Namun, belum ada bukti jelas apakah penurunan berat badan pada pengidap obesitas mampu menurunkan risiko terjadinya kanker.

Diabetes

Diabetes dan kanker memiliki faktor risiko yang hampir sama, yaitu usia tua, obesitas, merokok, pola makan yang tidak sehat, serta kurangnya aktivitas fisik. Karena itu, sulit ditentukan apakah faktor risiko kanker meningkat akibat diabetes atau karena faktor-faktor risiko tersebut.

Faktor risiko lingkungan

Paparan terhadap berbagai bahan kimia di lingkungan telah banyak dikaitkan dengan risiko terjadinya kanker. Misalnya, risiko kanker paru akan meningkat akibat asap rokok, polusi udara, dan asbestos. Air minum yang mengandung tembaga dalam jumlah cukup tinggi akan meningkatkan risiko kanker pada kulit, paru, dan saluran cerna.

Faktor genetik atau keturunan

Tidak semua jenis kanker bersifat keturunan. Namun pada beberapa kasus, mutasi gen dapat diturunkan ke anggota keluarga, misalnya gen BRCA1. Wanita yang sejak awal memiliki gen BRCA1 punya kemungkinan 80 persen untuk menderita kanker payudara. Jenis kanker lain yang dapat diturunkan pada anggota keluarga meliputi kanker ovarium, rahim, prostat, melanoma, retinoblastoma, limfoma Hodgkin, dan limfoma non-Hodgkin.

Gejala-gejala Tumor

Tumor dapat menyebabkan berbagai gejala. Beberapa gejala dan tanda klinis umumnya bisa berupa:

  • Merasa sangat lelah
  • Tidak nafsu makan
  • Demam dan menggigil
  • Sering merasa tidak sehat
  • Berkeringat pada malam hari
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Meski demikian, tiap tumor memiliki indikasi berbeda-beda tergantung jenis dan lokasi pertumbuhannya. Contohnya, tumor otak dapat menyebabkan gejala sakit kepala tidak tertahankan, muntah-muntah secara mendadak, serta kejang-kejang. Sementara gejala tumor paru jinak dapat berupa batuk yang berkelanjutan dan bertambah parah hingga akhirnya menjadi batuk darah, sesak napas, rasa nyeri di dada serta kelelahan.

Ada juga jenis tumor ganas yang bahkan tidak menyebabkan gejala hingga mencapai stadium lanjut, misalnya kanker serviks serta kanker hati. Karena itu, Anda disarankan untuk selalu waspada dan memeriksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi yang terasa janggal meski sekilas tampak ringan.

Diagnosis dan Pengobatan Tumor

Selain menanyakan riwayat penyakit, gejala, dan memeriksa kondisi fisik, dokter akan menyertakan beberapa jenis pemeriksaan untuk memastikan diagnosis pasien. Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut di antaranya adalah:

  • Tes darah lengkap dan evaluasi fungsi organ.
  • Rontgen dada.
  • CT, MRI atau PET scan. Langkah ini berfungsi mengonfirmasi letak serta tingkat penyebaran tumor.
  • Biopsi atau pengambilan sampel tumor. Pemeriksaan ini digunakan untuk memastikan ganas atau tidaknya tumor yang diderita.

Apabila terdiagnosis positif mengidap tumor tertentu, dokter akan membantu Anda dalam menentukan langkah pengobatan yang sesuai. Metode penanganan tumor yang akan Anda jalani tergantung pada jenis, lokasi tumbuhnya tumor, dan tingkat keganasan tumor.

Ada beberapa metode penanganan untuk mengatasi tumor ganas. Langkah yang umumnya dianjurkan meliputi:

  • Operasi pengangkatan
  • Radioterapi
  • Kemoterapi
  • Terapi biologis
  • Terapi target yang hanya mencari dan menyerang sel-sel kanker.

Pasien umumnya membutuhkan kombinasi dari 3 metode, yaitu operasi pengangkatan, kemoterapi, dan radioterapi.

Jika tumor ganas masih berada pada 1 lokasi dan belum menyebar, kanker tersebut biasanya akan diangkat melalui prosedur operasi.

Tumor jinak juga umumnya dapat diangkat. Namun apabila tidak mengganggu kinerja organ dan tidak berdampak buruk pada kesehatan sama sekali, tumor jinak terkadang tidak perlu diangkat.

Makin dini tumor terdeteksi, kemungkinan pasien untuk sembuh juga makin tinggi. Karena itu, semua tumor (ganas maupun jinak) sebaiknya segera didiagnosis dan ditangani karena berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan apabila dibiarkan.

Langkah Pencegahan Tumor

Tidak ada metode pencegahan yang dapat memberikan perlindungan total dari munculnya tumor. Tetapi ada sejumlah langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya kanker. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Berhenti merokok.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang, seperti meningkatkan konsumsi makanan berserat (terutama sayuran) dan mengurangi konsumsi makanan berlemak atau yang mengandung bahan pengawet.
  • Menjaga berat badan yang sehat agar terhindar dari obesitas.
  • Membatasi konsumsi minuman keras.
  • Menghalau pajanan sinar matahari, contohnya dengan menggunakan tabir surya.
  • Meminimalisasi pajanan senyawa kimia yang mengandung racun, misalnya dengan mengenakan masker saat naik kendaraan umum.
  • Meminimalisasi pajanan terhadap radiasi.
  • Menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.
  • Menjalani vaksinasi yang dibutuhkan untuk mencegah kanker, seperti vaksin HPV.

Untuk mempermudah mengingat hal apa saja yang perlu Anda ingat untuk mengurangi risiko kanker, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah membuat sebuah singkatan, yakni “CERDIK". Yaitu:

Cek kesehatan secara berkala

Enyahkan asap rokok

Rajin aktivitas fisik

Diet sehat dengan kalori seimbang

Istirahat yang cukup

Kelola stres

Apa itu Kanker?

penyakit kanker

penyakit kanker

Cara terbaik menangani kanker adalah mendeteksi gejala paling awal yang telah atau mungkin berkembang di dalam tubuh. Meskipun sebagian besar gejala ini dapat bersifat sangat umum, tapi memeriksakannya lebih awal dapat membuat perbedaan besar. Luangkanlah waktu untuk memeriksa apa pun gejala-gejala yang ada.

Gejala-gejala Kanker

Setidaknya terdapat beberapa gejala kanker yang harus diketahui. Berikut ini penjelasannya:

Perubahan pada Kulit. Kanker kulit dapat ditandai dengan adanya perubahan pada ukuran, warna, dan bentuk tahi lalat atau permukaan kulit lain. Perubahan-perubahan tersebut dapat berupa:

Pertumbuhan rambut yang berlebihan.

Kulit dan mata menjadi kekuningan.

Hiperpigmentasi atau warna kulit menjadi lebih gelap.

Eriterma atau kulit berwarna kemerahan.

Kulit memar tanpa sebab yang jelas.

Gatal-gatal.

Benjolan pada kulit yang tidak kunjung hilang juga patut diwaspadai. Perubahan pada kelenjar getah bening yang sering ditandai dengan adanya benjolan sebenarnya adalah hal yang umum saat terjadi infeksi. Tetapi perubahan ini sayangnya juga dapat menjadi indikasi adanya limfoma ataupun leukemia.

Perubahan pada Payudara. Perubahan pada payudara tidak hanya terjadi pada wanita, tapi juga dapat terjadi pada payudara pria. Sekitar satu persen kanker payudara juga dapat terjadi pada pria dengan gejala yang serupa, yaitu dimulai dengan adanya benjolan pada payudara. Selain itu, gejala lain yang mungkin timbul adalah:

Puting yang melesak.

Kulit payudara berkerut atau kemerahan.

Adanya cairan yang keluar dari puting. Untuk memeriksakan diri lebih lanjut, Anda dapat meminta pemeriksaan fisik oleh dokter dan tes mamogram di rumah sakit terdekat.

Perut Kembung. Perut kembung yang terasa terus-menerus diiringi perdarahan dari vagina atau penurunan berat badan secara signifikan bisa jadi merupakan tanda adanya kanker ovarium. Tes darah, pemeriksaan panggul, atau USG diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan tersebut.

Rasa sakit saat menelan. Rasa sakit saat menelan makanan merupakan hal biasa terutama jika Anda sedang batuk, tetapi kanker tenggorokan ataupun kanker perut juga memiliki gejala serupa, terutama jika disertai muntah atau penurunan berat badan. Suara yang berubah menjadi serak dalam jangka panjang juga harus diwaspadai.

Berat badan turun secara drastis. Penurunan berat badan hingga 4,5 kilogram atau lebih dalam waktu singkat tanpa sebab yang jelas dapat menjadi salah satu pertanda yang patut diwaspadai. Kanker pankreas, kanker perut, dan kanker paru-paru timbul dengan gejala awal berupa penurunan berat badan secara drastis tanpa usaha apapun.

Nyeri ulu hati. Nyeri ulu hati yang tidak kunjung reda dapat menjadi gejala adanya kanker ovarium, kanker tenggorokan, dan kanker perut.

Perubahan pada mulut. Kanker mulut yang sering terjadi pada perokok ditandai dengan adanya bercak kemerahan cerah di dalam mulut dan lidah. Dapat pula bercak yang berwarna putih. Kondisi ini disebut leukoplakia, yaitu masa prakanker yang disebabkan oleh iritasi berulang kali. Umumnya disebabkan oleh merokok, terutama perokok tembakau yang menggunakan pipa.

Demam berkepanjangan. Demam dapat terjadi karena kanker atau dampak penanganan kanker kepada sistem kekebalan tubuh. Leukemia ataupun kanker darah lain dapat diawali dengan gejala demam yang tidak kunjung sembuh.

jenis-jenis kanker

jenis-jenis kanker

Kelelahan yang tidak kunjung reda. Selalu merasa lelah meski sudah beristirahat secukupnya dapat menjadi gejala kanker, terutama jika disertai gejala lain, seperti darah pada tinja. Kelelahan ini dapat menjadi tanda bahwa kanker sedang berkembang.

Batuk dan batuk darah. Batuk yang tidak kunjung reda dengan sendirinya sampai empat minggu dan disertai darah dapat menjadi gejala kanker paru-paru.

Gangguan buang air. Berbagai perubahan yang terjadi seputar buang air dapat menjadi pertanda adanya penyakit yang lebih serius. Mengompol atau hasrat buang air kecil yang tidak dapat dikendalikan dan air kencing yang susah keluar dapat menjadi gejala-gejala kanker prostat. Adanya darah pada tinja dapat menjadi gejala hemoroid atau bahkan kanker usus. Sementara kencing darah bisa jadi gejala kanker ginjal atau kandung kemih. Diare dan konstipasi berkepanjangan juga wajib diperiksakan ke dokter.

Depresi dan sakit perut. Waspada jika terdapat riwayat kanker pankreas di dalam keluarga. Depresi yang disertai dengan sakit perut berkepanjangan dapat menjadi gejala penyakit ini.

Rasa sakit pada bagian tubuh tertentu. Nyeri yang dirasakan dapat menjadi pertanda bahwa kanker sudah menyebar ke bagian lain pada tubuh. Sakit kepala yang terjadi secara terus-menerus dapat menjadi salah satu gejala awal tumor otak. Sedangkan nyeri punggung dapat menjadi gejala kanker ovarium, kanker usus, ataupun kanker dubur. Nyeri sendi atau otot yang tidak kunjung hilang juga perlu diwaspadai.

Perdarahan di antara waktu menstruasi. Perdarahan di luar waktu menstruasi kadang-kadang dapat menjadi pertanda adanya kanker endometrial atau kanker pada dinding rahim. Periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi ini.

Perubahan pada testikel. Kanker testis yang menyimpan potensi terjadi hanya dalam semalam ini dapat diawali oleh benjolan pada testis pria.

Hal terpenting yang perlu diingat adalah jika Anda mengalami kondisi-kondisi di atas, tidak serta-merta membuat Anda terdiagnosis mengidap kanker. Namun apabila gejala-gejala tersebut tidak kunjung reda atau bahkan memburuk, berarti sudah saatnya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mengantisipasi kemungkinan penyakit yang lebih serius.

Leave a Reply