Jangan Dilihat! Kampanye Diabetes Ini Membuat Kamu Benci Sama Gula

Kampanye Diabetes – Dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya mengkonsumsi gula secara berlebihan, The Diabetes Association of Thailand menugaskan seorang desainer Nattakong Jaengsem untuk membuat sebuah kampanye yang dapat mendorong masyarakat untuk mengurangi asupan gula mereka. Foto-foto di bawah ini bukanlah foto biasa, akan tetapi foto yang mengandung makna.

Kita semua tahu bahwa mengkonsumsi gula secara berlebihan adalah buruk bagi kesehatan kita, tetapi yang sering kita khawatirkan hanya dampak negatif pada gigi dan berat badan kita, padahal ada yang lebih parah dari itu. Apa itu?
Terlalu banyak gula dalam makanan kita juga dapat menyebabkan diabetes tipe 2, yang secara dramatis mengurangi kemampuan tubuh untuk regenerasi (proses penyembuhan). Apabila terdapat luka, maka luka itu sulit disembuhkan dan dapat terinfeksi dengan mudah, yang pada akhirnya harus di amputasi.

Kampanye yang bertajuk “Sweet Kills”, bertujuan untuk menunjukkan kepada kita ancaman dari diabetes tipe 2. Karya yang dibuat Jaengsem sangat unik, dia memanfaatkan gula, coklat dan permen untuk membuat seperti luka di tangan dan kaki. Hal ini dimaksud untuk menunjukkan luka yang diderita akibat diabetes.

Gambar yang dihasilkan ini mungkin tidak enak untuk dilihat. Tetapi satu hal yang pasti: Foto-foto ini akan membuat Anda berpikir dua kali tentang semangkuk gula. (boredpanda.com)

Chocolate Brownie

Ada yang mau coklat oreo ini?

tangan coklat

boredpanda.com

Vanilla Cake

Kalo yang rasa vanila gimana gan? hehe.. 🙂

coklat vanila

boredpanda.com

Ini tampak dari deketnya gan.. Maknyuuss..

coklat vanila

boredpanda.com

Strawberry Cake

Siapa yang suka kue strawberi?

coklat strawbery

boredpanda.com

Mmmm… Yummy ini penampakan lebih dekatnya. Strawberinya tampak menggiurkan 🙂

coklat strawbery

boredpanda.com

Silahkan di share, agar orang yang berlebihan mengkonsumsi makanan manis bisa sadar. Jaga kesehatan kita semua, kalau tidak dimulai sekarang kapan lagi? Ingat “Mencegah lebih baik dari pada mengobati.”

Tags:

One Response

  1. Rosanna Simanjuntak April 16, 2016

Leave a Reply