Cara Mudah Budidaya Udang Windu Secara Intensif

Budidaya Udang Windu dapat dilakukan di tambak, kolam terpal, rumah, air tawar, air payau bahkan aquarium. Udang windu merupakan jenis udang yang sangat digemari masyrakat. Terutama diolah menjadi makanan olahan sea food. Selain digemari masyarakat udang windu juga memiliki rasa yang gurih dan nikmat apabila dibandingkan dengan jenis udang vaname.

Banyak peternak membudidayakan udang windu daripada udang vaname. Hal ini dikarenakan udang windu lebih kebal terhadap cuaca dan menghasilkan untung yang besar.

Apabila dijual dipasar udang windu memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan udang vaname. Setiap ekornya udang windu bisa mencapai 7-8 ons.

Namun beberapa tahun belakangan ini populasi udang windu mengalami penurunan yang sangat signifikan. Sehingga banyak peternak beralih membudidayakan udang vaname meskipun dengan harga jual yang relatif rendah.

Salah satu faktor yang menyebabkan peternak atau penambak membudidayakan udang vaname adalah terkait masa panen. Udang windu membutuhkan masa panen yang lebih lama yakni mencapai usia 5-6 bulan.

Meskipun demikian keunggulan udang windu sangat lebih dominan daripada udang vaname. Oleh karenanya berikut kami berikan tips membudidayakan udang windu agar mendapatkan hasil yang melimpah.

A. Tempat Budidaya Udang Windu

tempat-budidaya-udang-windu

tempat budidaya

Tempat atau lokasi merupakan faktor utama berhasil atau tidaknya pembudidayaan udang windu. Udang windu sangat cocok apabila dikembangbiakkan di daerah pantai. Daerah pantai memiliki sumber daya air yang cukup dan siklus air yang terus mengalir dengan baik dan teratur. Suhu yang diperlukan adalah 25oC-29oC dengan komposisi kadar garam 10-25 ppm dan pH 7-8.

B. Persiapan Budidaya Udang Windu

Hal yang perlu dipersiapan untuk membudidayakan udang windu adalah menyediakan 3 jenis tambak. Dimana setiap tambak memiliki tempat keluar masuknya air. Hal ini dibertujuan agar proses sirkulasi air tetap berjalan dengan baik dan teratur. Ketiga jenis tambak tersebut diantaranya tambak glondongan, pendederan dan pembesaran.

C. Memilih dan Menabur Bibit Udang Windu

udang-windu-beku

pilihlah bibit udang windu yang unggul

Bibit udang windu yang baik memiliki ciri-ciri gesit, bergerak bebas dan tidak ada cacat fisik. Kemudian apabila ketiga hal tadi dipenuhi maka bibit udang didiamkan dulu di dalam ember lebih kurang 30 menit.

Guna untuk menyesuaikan dengan suhu sekitar. Setelah itu tabur secara perlahan-lahan di tambak atau kolam pendederan.

D. Pemberian Pakan Udang Windu

Apabila udang windu telah tampak besar maka langkah selanjutnya yaitu mempersiapkan kolam pembesaran yang mana sebelumnya telah ditabur pupuk guna untuk pertumbuhan plankton dan lumut.

Plankton dan lumut ini nantinya sebagai pakan udang windu. Setiap hektar menaburkan pupuk sebanyak 75 kg dengan ketinggian air sekitar 5 cm. Namun untuk hasil yang memuaskan, boleh menambahkan pupuk sebanyak 2 kali.

Untuk menamba nutrisi udang windu maka bisa kita beri pellet ikan yang terbuat dari kepala udang yang telah digiling halus. Pemberian nutrisi ini bisa dilakukan setiap pagi dan sore.

Selain itu bisa juga berikan ikan yang telah dipotong kecil. Dengan melakukan cara ini maka bisa merangsang dengan cepat dan efektif pertumbuhan udang windu.

E. Proses Panen Udang Windu

udang-windu-air-tawar

memanen udang windu

Proses pemanenan udang windu bisa dilakukan apabila sudah berukuran besar, berkulit keras dan berwarna hitam dan berat mencapai 7-8 ons/ekor.

Untuk mencapai ciri-ciri diatas umumnya memerlukan waktu sekitar 5-6 bulan. Jika proses pembudidayaannya tidak berjalan dengan baik dan teratur maka panen bisa memerlukan waktu sekitar 7-8 bulan.

Udang windu pada dasarnya membutuhkan waktu yang cukup lama akan tetapi menghasilkan udang yang berkualitaas dan bernilai jual tinggi.

Proses pemanenan bisa menggunakan jaring atau dengan melempar jala yang dilakukan pada malam hari dengan tujuan udang tetap fresh saat dipasarkan. Selamat berkarya.

Leave a Reply