Cara Praktis Budidaya Udang Hias Air Tawar

Budidaya Udang Hias – Saat ini sudah banyak sekali orang yang membudidayakan udang hias. Mulai dari budidaya udang hias air tawar, di akuarium dan budidaya udang hias aquascape.

Sebagian kita mungkin sudah familiar dengan jenis udang yang biasa dikonsumsi atau untuk pakan hewan ternak. Nah ternyata ada juga loh udang hias yang saat ini marak dibudidayakan. Untuk lebih jelasnya silahkan baca penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Udang Hias?

udang-hias-aquascape

udang hias aquascape

Udang Hias merupakan jenis udang yang memiliki corak warna yang unik dan cantik. Sehingga sering juga disebut sebagai ikan udang hias.

Udang hias selain memiliki corak warna yang unik ternyata juga memiliki harga jual yang tinggi. Bahkan keuntungan menjual udang hias sangat besar. Banyak para pencinta ikan hias menyebutnya sebagai udang yang istimewa.

Dibalik pesona kecantikan yang ditawarkannya, udang hias tidak terlalu sulit untuk dikembangbiakkan bahkan bisa dikatakan gampang. Hal ini didasarkan pada habitat udang hias yang dapat hidup di air yang keruh sekalipun.

Habitat Udang Hias

udang-hias-putih-merah

udang hias putih merah

Udang hias dikenal sebagai hewan invertebrata yang mampu beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Udang hias bisa bertahan di dalam air dengan pH 6.8 hingga 8.0. Untuk udang yang berasal dari Asia, kondisi pH seperti ini bisa menyebabkan stress bahkan kematian.

Hal yang harus diperhatikan adalah mitra hidupnya dalam tempat tersebut. Apabila dalam satu akuarium terdapat jenis ikan hias yang memiliki bentuk tubuh yang besar dan fisik yang kuat maka bisa membuat udang hias merasa minder dan takut.

Sehingga udang hias lebih memilih menyendiri. Yang ini akan berdampak pada ruang lingkup gerak udang. Dan secara otomatis akan merasa terancam terhadap keberadaan ikan yang jauh lebih dari bentuk tubuhnya.

Adapun jenis ikan yang dapat berdampingan dengan udang hias adalah seperti ikan tetra, ikan tabr dan ikan plati. Ketiga jenis ikan ini memiliki postur tubuh yang lebih kurang sama dengan bentuk udang hias.

Namun untuk jenis ikan hias seperti cupang, catfish dan cichild tidak boleh disandingkan dengan udang hias. Karena ketiga ikan ini bisa membunuh keberadaan udang hias.

Akan tetapi jika diberi pilihan maka akan lebih bagus untuk didampingkan dengan satu spesies. Dalam satu akuarium dengan volume air 2,5 galon maka bisa memelihara udang hias sebenyak 10-20 ekor.

Pemeliharaan Udang Hias

udang-hias-merah

udang hias merah

Dalam memelihara udang hias di akuarium maka yang perlu diperhatikan adalah mengatur akuarium seperti layaknya habitat asli udang hias. Yakni dengan menambahkan substrat. Substrat yang bagus adalah terdiri dari campuran pasir yang telah dihaluskan dan beberapa kerikil berukuran sedang.

Dan tambahkan sedikit batu karang yang berguna sebagai rumah atau tempat persembunyiannya. Serta masukkan juga sedikit lumut jawa. Yang berguna sebagai tanaman dasar akuarium.

Pakan Udang Hias

Dalam hal pakan udang hias dikelompokkan menjadi dua jenis. Udang dengan jenis Neocardina bisa diberikan jenis sayur-sayuran berwarna hijau seperti slada beku, alga, kubis dan spirulina tablet.

Namun untuk udang jenis Pearl bisa berikan bahan dasar daging atau tablet. Dan untuk udang jenis Macrobachium bisa berikan cacing darah beku, udang renik dan cacing rambut.

Mengembangbiakkan Udang Hias

udang-hias-biru

udang hias biru

Untuk mengembangbiakkan udang hias dibutuhkan usaha yang ekstra untuk membedakan udang hias jantan dengan betina. Karena memang sangat sulit untuk membedakan mana jenis kelamin betina dan jantan.

Dalam segi warna, antara jantan dan betina memiliki corak warna yang sama. Oleh karenanya banyak para pembudidaya mencampurkan antar 50 ekor induk dalam satu wadah secara gambling atau acak.

Setelah kira-kira satu minggu maka akan tampak butiran telur yang digendong atau melekat pada induk betina sebelum akhirnya menetas. Baru setelah itu diketahuilah bahwa yang menggendong telur adalah indukan betina.

Agar butiran telur tersebut bisa menetas dengan baik dan selamat maka perlu menambahkan aerator yang berfungsi untuk mengurangi tingkat kematian. Aerator ini bertindak sebagai sirkulasi udara di dalam air.

Setalah 15 hari dari proses bertelur maka induk bisa dikawinkan lagi dengan menempatkan di satu wadah yang sama. Baru kemudian menurut perhitungan, selama 2 bulan udang hias dapat dipanen dan dijual dengan harga yang cukup tinggi.

Leave a Reply