Cara Mudah Budidaya Jangkrik Bagi Pemula

Budidaya Jangkrik – Saat ini telah marak budidaya jangkrik dimana-mana mulai dari budidaya jangkrik alam, budidaya jangkrik Jogja, Solo, Jember, Cirebon, Bandung, Jakarta dan Medan. Budidaya jangkrik bisa dilakukan oleh siapa saja. Bagi kamu yang masih pemula, yuk baca, cara mudah budidaya jangkrik bagi pemula.

Dalam Bahasa latin Jangkrik disebut dengan Gryllidae yaitu serangga yang aktif di malam hari dan memiliki suara yang keras. Kini jangkrik sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat sebagai penopang perekonomian sebab semakin berkembangnya zaman. Biasanya jangkrik dimanfaatkan sebagai pakan Burung Kicau dan kebutuhan lainya.

jangkrik-untuk-budidaya

budidaya jangkrik

Jenis jangkrik yang banyak dibudidayakan adalah jangkrik kalung, jangkrik madu, jangkrik sliring alam, jangkrik upo, jangkrik aduan, jangkrik genggong dan jangkrik gangsir putih. semua jenis jangkrik di atas biasanya digunakan sebagai pakan makanan burung kicau.

Cara budidaya jangkrik kalung dan jangkrik sliring sangat jauh berbeda dibandingkan dengan jangkrik aduan, dan biasanya induk yang digunakan untuk ternak jangkrik aduan langsung didapat dari alam liar.

Teknik dalam berbudidaya jangkrik memangsangat banyak sekali, ada yang menggunakan media ember, media pasir, dengan kardus, dengan triplek, ada yang menggunakan cara tradisional dan ada juga yang menggunakan cara modern. Namun pada intinya semua metode tersebut memiliki cara yang sama, peraktis dan sederhana.

Bagi kamu yang masih pemula dalam berbudidaya jangkrik sangatlah tepat dalam memilih membaca artikel ini sebab, dalam artikel ini akan dijelaskan metode budidaya jangkrik bagi para pemula. Mungkin jika kamu bukanlah pemula lagi dalam berternak jangkrik, tidak ada salahnya kamu untuk membaca dan mempelajari langkah-langkah berikut ini.

Berikut cara dan langkah dalam budidaya jangkrik

1. Menentukan Lokasi yang Tepat

lokasi-budidaya-jangkrik

lokasi budidaya

Langkah awal dalam memudidayakan jangkrik bagi para peternak jangkrik yaitu mempersiapkan lokasi kandang terlebih dahulu. Sebab lokasi dalam ternak jangkrik ini akan menentukan hasil akhirnya. Jadi lokasi merupakan faktor utama dalam berternak jangkrik yang harus diperhatikan dalam agar hasilnya memuaskan.

2. Memilih Lokasi Budidaya Jangkrik yang Tepat

Memilih lokasi yang jauh dari keramaian seperti di dekat jalan raya, di pasar dan tempat bising atau ramai lainya. Karena tempat yang tenang, tanpa ada keramaian akan menghasilkan sirkulasi udara yang baik di dalam kandang, suhu dalam kandang pun menjadi cocok dengan si jangkrik.

Alangkah Lebih baiknya juga jika memilih lokasi yang jauh dari kegiatan lalu-lalang manusia. Jadi yang ada hanya kegiatan membudidaya saja. Hal demikian supaya jangkrik tidak takut atau stress.

Kemudian pilihlah juga lokasi yang tidak terkena sinar matahari langsung dan jauh dari pepohonan, agar penyerapan panas matahari bisa lebih maksimal.

Satu hal yang terpenting lagi dalam memilih lokasi budidaya ialah, pastikan lokasi jauh dari kandang ayam dan hewan lainnya yang bisa mengganggu ketenangan jangkrik. Serta hindari tempat atau ruangan yang terdapat banyak predator liar seperti: cicak, toke, semut dan katak.

3. Membuat Kandang Jangkrik dan Media Hidup

kandang-jangkrik

kandang jangkrik

Setelah lokasi telah ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat kandangnya. Dalam membuat kandang jangkrik bisa menggunakan box yang kamu buat dari triplek, bambu, kardus, dan alumunium. Lalu kamu juga harus mempersiapkan media lainnya yang akan digunakan dalam membuat kandang jangkrik, seperti TRE bekas wadah namun masih utuh untuk media hidup jangkrik, jaring ikan dan pelastik terpal rapat untuk penutup kandang, dan botol Aqua bekas Ukuran besar yang sudah dipotong dengan ukuran kurang lebih 10 cm untuk kaki kandang yang diisi dengan oli bekas agar tidak ada semut yang masuk.

4. Desain Kandang Jangkrik yang Ideal

Tinggi atap miring kira-kira 2,5 meter sampai dengan 3,5/4 meter, atap jangan terlalu tinggi agar udara dalam ruangan tetap hangat walaupun saat musim hujan.

Usahakan atap kandang terbuat dari asbes agar suhu dalam kandang tetap hangat meski pada saat hujan.

Dinding terbuat dari batok kira kira 1,5 meter dan bagian dinding atasnya berupa asbes dan angin-angin.

Dinding kandang bisa berupa bethek bambu yang pada luar kandang dilapisi dengan terpal agar selalu terjaga dari angin yang masuk serta menjadikan suhu kandang tetap hangat.

Lantai dasar bisa berupa tanah langsug tanpa di cor dengan semen asalkan tetap kering dan tidak terlalu lembab.

Selebihnya kandang bisa diatur sesuai dengan rancangan masing-masing asalkan kereteria yang di atas tetap ada.

Demikianlah mungkin beberapa teknik awal dalam membudidayakan jangkrik, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu kamu memulai usaha budidaya jangkrik. Salam sukses.

Leave a Reply